Dewi Darmastuti: Putri Kahyangan Keling

  •  
Dewi Darmastuti: Putri Kahyangan Keling

Dewi Darmastuti: Putri Kahyangan Keling

Di Kahyangan Keling, tumbuh seorang putri bernama Dewi Darmastuti. Ia adalah putri Sang Hyang Tunggal dan Dewi Darmani, adik dari Sang Hyang Rudra dan Sang Hyang Dewanjali. Darah para hyang mengalir kuat dalam dirinya. Dari ayahnya, ia mewarisi garis keturunan Sang Hyang Wenang, sedangkan dari ibunya mengalir darah keluarga penguasa Keling.

Masa mudanya berlangsung ketika Sang Hyang Tunggal masih menjadi bagian dari kehidupan Kahyangan Keling. Namun semuanya berubah ketika ayahnya memutuskan meninggalkan takhta untuk menjalani tapa. Kekuasaan kemudian diserahkan kepada Sang Hyang Rudra, sementara Dewanjali dan Darmastuti menjalani kehidupan di bawah naungan kakaknya.

Dewi Darmastuti tumbuh menjadi perempuan yang kemudian membawa dirinya keluar dari Kahyangan Keling dan masuk ke dalam cabang keluarga para hyang yang lain.

Pertemuan dengan Sang Hyang Nioya

Takdir akhirnya mempertemukan Darmastuti dengan Sang Hyang Nioya, putra Sang Hyang Wenang dan Dewi Sahoti. Pertemuan itu mempertemukan dua cabang keluarga yang sebenarnya masih memiliki hubungan darah. Nioya adalah saudara seayah dari Sang Hyang Tunggal, ayah Darmastuti.

Namun di tengah kehidupan para hyang, hubungan keluarga yang luas itu menjadi bagian dari jalinan keturunan yang terus berkembang. Darmastuti kemudian menjadi pendamping Sang Hyang Nioya dan tinggal bersamanya di Kahyangan Argamaya.

Di tempat itulah perjalanan Darmastuti memasuki babak baru.

Empat Puluh Putri di Argamaya

Dari perkawinan Dewi Darmastuti dan Sang Hyang Nioya lahirlah anak-anak perempuan dalam jumlah yang sangat banyak. Mereka berjumlah empat puluh orang, dan semuanya tumbuh sebagai para bidadari atau hapsari.

Kahyangan Argamaya pun menjadi tempat tumbuhnya generasi baru. Putri-putri Darmastuti dan Nioya kemudian menyebar melalui perkawinan mereka dengan berbagai tokoh dari keluarga para dewa. Dari sinilah garis keturunan Darmastuti berkembang ke banyak arah dan menghubungkan keluarga Sang Hyang Tunggal dengan berbagai cabang dunia kahyangan.

Di antara empat puluh putri tersebut terdapat Dewi Wasu.

Kelak, Dewi Wasu menikah dengan Sang Hyang Anantanaga, putra Dewi Suyati dan Sang Hyang Anantaswara. Dari perkawinan mereka lahirlah Sang Hyang Antaboga, yang kemudian menjadi salah satu tokoh besar di antara bangsa naga.

Dengan kelahiran Antaboga, jejak Dewi Darmastuti pun mengalir jauh hingga ke Saptapratala.

Dari Kahyangan Menuju Dunia Naga

Darmastuti mungkin tidak pernah membayangkan bahwa keturunannya kelak akan terhubung dengan bangsa naga. Namun melalui Dewi Wasu, garis keturunannya bertemu dengan keluarga Sang Hyang Anantaswara dan Dewi Suyati.

Pertemuan dua garis keturunan itu melahirkan Antaboga. Ia kemudian menjadi penguasa bangsa naga di Saptapratala dan memiliki kedudukan penting dalam kisah para dewa.

Dengan demikian, darah Dewi Darmastuti mengalir melalui dua cabang keluarga Sang Hyang Wenang. Dari pihak ayahnya, ia merupakan cucu Sang Hyang Wenang. Dari pihak suaminya, ia kembali terhubung dengan keluarga yang sama melalui Sang Hyang Nioya. Dari putrinya, ia kemudian terhubung dengan garis keturunan naga.

Warisan Seorang Putri

Dewi Darmastuti tidak dikenal sebagai penguasa yang memimpin peperangan atau menduduki takhta besar. Perannya justru tumbuh melalui keluarga yang dibangunnya bersama Sang Hyang Nioya.

Empat puluh putrinya menjadi jalan bagi keturunannya untuk menyebar ke berbagai penjuru alam. Salah satunya bahkan menjadi ibu dari tokoh besar bangsa naga. Dari seorang putri Kahyangan Keling, garis keturunan Darmastuti akhirnya mencapai kedalaman Saptapratala.

Perjalanan itu menunjukkan bagaimana keluarga para hyang terus berkembang tanpa mengenal batas antara kahyangan, dunia manusia, dan alam bawah bumi. Setiap perkawinan membawa darah dan warisan baru, lalu melahirkan generasi berikutnya.

Dewi Darmastuti menjadi salah satu mata rantai penting dalam perjalanan tersebut.

Ia adalah putri Sang Hyang Tunggal dan Dewi Darmani, saudara Sang Hyang Rudra dan Sang Hyang Dewanjali, istri Sang Hyang Nioya, serta ibu dari empat puluh putri yang kelak tersebar dalam keluarga para dewa.

Dan di antara semua keturunannya, nama Dewi Wasu menjadi salah satu jejak paling penting—karena melalui dirinya, warisan Dewi Darmastuti akhirnya mengalir hingga kepada Sang Hyang Antaboga, penguasa bangsa naga di Saptapratala.

Last update
Add Comment

⚡ Trending!