Di Kahyangan Keling, tiga anak tumbuh di bawah naungan Sang Hyang Tunggal dan Dewi Darmani: Sang Hyang Rudra, Sang Hyang Dewanjali, dan Dewi Darmastuti. Di antara ketiganya, Dewanjali berada di tengah. Ia bukan putra sulung yang kelak menerima takhta, tetapi juga bukan putri bungsu yang berdiri di sisi keluarganya sebagai seorang perempuan. Ia adalah putra Sang Hyang Tunggal yang tumbuh di tengah keluarga para hyang, ketika kehidupan di Keling masih berada dalam satu naungan.
Dewanjali lahir dalam wujud akyan, tubuh halus sebagaimana kedua saudaranya. Sejak kecil ia hidup di lingkungan yang penuh kesaktian dan pengetahuan para hyang. Ayahnya adalah Sang Hyang Tunggal, putra Sang Hyang Wenang, sedangkan ibunya, Dewi Darmani, berasal dari keluarga penguasa Keling. Dari kedua garis tersebut mengalir warisan panjang yang membuat Dewanjali menjadi bagian dari salah satu cabang penting keluarga para dewa.
Ketika Ayahnya Meninggalkan Keling
Waktu berlalu hingga Sang Hyang Tunggal mulai memikirkan sesuatu yang lebih besar daripada kehidupan di Kahyangan Keling. Ia ingin mencapai kesempurnaan dan memiliki keturunan yang dapat hadir dalam wujud jasmani maupun halus. Keinginan itu membuatnya memilih jalan yang pernah ditempuh para leluhurnya: meninggalkan kehidupan istana dan menjalani tapa di dunia.
Sebelum pergi, Sang Hyang Tunggal harus menentukan siapa yang akan menjaga Kahyangan Keling. Pandangannya jatuh kepada putra sulungnya, Sang Hyang Rudra. Takhta pun diserahkan kepada Rudra, yang kemudian bergelar Sang Hyang Dharmadewa. Sejak saat itu, Dewanjali tidak lagi hidup dalam keluarga yang dipimpin langsung oleh ayahnya. Sang Hyang Tunggal telah pergi menempuh jalan pertapaan, sementara Rudra mengambil tanggung jawab sebagai penguasa Keling.
Dewanjali tetap menjadi bagian dari keluarga tersebut. Ia tumbuh bersama kakaknya di bawah kekuasaan Rudra, sementara adiknya, Dewi Darmastuti, juga menjalani jalan hidupnya sendiri. Di kejauhan, Sang Hyang Tunggal meneruskan pertapaannya dan kelak menemukan jalan yang membawa lahirnya tiga tokoh besar: Sang Hyang Tejamaya, Sang Hyang Ismaya, dan Sang Hyang Manikmaya.
Saudara-Saudara yang Berpisah Jalan
Sejak kepergian Sang Hyang Tunggal, keluarga itu perlahan memasuki arah yang berbeda. Rudra menjadi penguasa Keling. Dewanjali tetap menjadi bagian dari keluarga kerajaan. Darmastuti pun kelak menemukan jalannya sendiri. Sementara itu, tiga putra Sang Hyang Tunggal dari Dewi Wirandi tumbuh menjadi tokoh yang akan mengubah dunia para dewa.
Dewanjali dengan demikian menjadi saudara seayah bagi Tejamaya, Ismaya, dan Manikmaya. Mereka memiliki ayah yang sama, tetapi lahir dari ibu yang berbeda. Hubungan itu kelak membuat keluarga Sang Hyang Tunggal semakin luas, karena masing-masing anak membawa warisan yang berbeda menuju zaman berikutnya.
Di antara mereka, Manikmaya akhirnya memperoleh kedudukan tertinggi di Suralaya. Ismaya dan Tejamaya kemudian menjalani perjalanan yang membawa mereka turun ke dunia manusia. Sedangkan Dewanjali tetap berada dalam garis keluarga yang berasal dari Dewi Darmani.
Jejak di Balik Kahyangan Keling
Nama Dewanjali tidak bergemuruh seperti nama para penguasa kahyangan. Ia tidak dikenal melalui perebutan takhta atau perjalanan panjang di dunia manusia. Namun keberadaannya tetap penting karena ia menjadi salah satu mata rantai keluarga Sang Hyang Tunggal.
Dari Sang Hyang Tunggal dan Dewi Darmani lahir tiga anak: Rudra, Dewanjali, dan Darmastuti. Dari perkawinan Sang Hyang Tunggal dengan Dewi Wirandi lahir Tejamaya, Ismaya, dan Manikmaya. Keenamnya kemudian menjadi bagian dari keluarga besar para hyang yang kisahnya menyebar ke berbagai penjuru alam.
Dewanjali berdiri di antara dua generasi. Di belakangnya terdapat Sang Hyang Wenang dan Dewi Sahoti, para leluhur yang membawa warisan awal keluarga tersebut. Di depannya terbentang generasi yang akan melahirkan tokoh-tokoh besar dalam dunia pewayangan.
Ia tidak membutuhkan sebuah takhta untuk meninggalkan jejak.
Namanya tetap berada dalam silsilah para hyang sebagai putra Sang Hyang Tunggal dan Dewi Darmani, saudara Sang Hyang Rudra dan Dewi Darmastuti, sekaligus saudara seayah Sang Hyang Tejamaya, Sang Hyang Ismaya, dan Sang Hyang Manikmaya.
Dan ketika kisah keluarga para dewa terus bergerak menuju zaman-zaman berikutnya, nama Sang Hyang Dewanjali tetap berada di salah satu simpul pentingnya—seorang putra dari Kahyangan Keling yang menjadi bagian dari garis keturunan panjang para hyang.
