Di Kahyangan Argamaya, di antara puluhan putri yang tumbuh dalam keluarga Sang Hyang Triyarta dan Dewi Suyati, terdapat seorang bidadari bernama Dewi Tunjungbiru. Ia adalah salah satu dari tujuh puluh tujuh putri pasangan tersebut. Sejak berada di kahyangan, Tunjungbiru dikenal karena kecerdasan, kemurahan hati, kesetiaan, dan kesabarannya.
Tunjungbiru juga menjadi salah satu dari tujuh bidadari yang dipercaya menjalankan tugas-tugas khusus di Suralaya. Bersama Dewi Supraba, Dewi Lenglengdanu, Dewi Irimirin, Dewi Gagarmayang, Dewi Wilutama, dan Dewi Warsiki, namanya kemudian dikenal sebagai bagian dari tujuh bidadari upacara Suralaya.
Kehidupan Tunjungbiru di antara para bidadari berjalan tenang sampai suatu hari Sang Hyang Manikmaya memanggilnya. Ada tugas yang tidak dapat diberikan kepada sembarang bidadari. Dunia manusia sedang membutuhkan kehadiran seorang perempuan dari kahyangan, dan Manikmaya telah menentukan siapa yang akan menjalankannya.
Tunjungbiru dipilih.
Turun ke Dunia Manusia
Sang Hyang Manikmaya memerintahkan Tunjungbiru turun ke Arcapada. Ia harus menjelma sebagai putri Bathara Kandikota, salah seorang keturunan Sang Hyang Darmajaka. Tugas itu membuat Tunjungbiru meninggalkan sementara kehidupan kahyangan dan memasuki dunia manusia.
Ia menerima amanat tersebut tanpa membantah.
Dalam penjelmaannya di bumi, Tunjungbiru kemudian bertemu dengan Prabu Arya, yang juga dikenal sebagai Prabu Aya, raja Duryapura. Pertemuan itu membawa keduanya menjadi pasangan. Tunjungbiru kemudian menjadi permaisuri raja Duryapura dan menjalani kehidupan sebagai seorang perempuan di tengah kerajaan manusia.
Tidak ada lagi cahaya kahyangan yang mengelilinginya. Tidak ada lagi kehidupan para bidadari di Suralaya. Di dunia manusia, ia harus menjalani kehidupan seperti seorang permaisuri dan mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh takdir.
Namun kehadiran Tunjungbiru di Duryapura bukan sekadar sebuah penjelmaan.
Dari dirinya akan lahir seorang anak yang kelak membawa garis keturunan itu menuju Ayodya.
Lahirnya Dasarata
Dari perkawinan Dewi Tunjungbiru dan Prabu Arya lahirlah seorang putra bernama Dasarata.
Sejak kelahirannya, Tunjungbiru telah memberikan kepada dunia seorang anak yang kelak akan menjalani perjalanan besar. Dasarata tumbuh menjadi seorang kesatria, menuntut ilmu kepada Resi Yogiswara di pertapaan Yogisrama, lalu menjalani kehidupan yang membawanya menuju takhta Ayodya.
Tunjungbiru menyaksikan perjalanan putranya dari dekat. Ia melihat Dasarata tumbuh dari seorang anak menjadi seorang laki-laki yang memiliki kemampuan dan kebijaksanaan. Hingga akhirnya, takdir membawa Dasarata menikah dengan Dewi Kusalya, pewaris takhta Ayodya.
Dari perkawinan Dasarata dan Kusalya kelak lahir Ramawijaya.
Dengan demikian, perjalanan Tunjungbiru yang bermula di Kahyangan Argamaya akhirnya membawa garis keturunannya menuju salah satu tokoh terbesar dalam kisah Ramayana.
Kembali Menjadi Bidadari
Tugas Tunjungbiru di Arcapada tidak berhenti pada kelahiran Dasarata. Setelah menjalani kehidupan sebagai manusia, ia tetap memiliki hubungan dengan dunia kahyangan. Ketika waktunya tiba, ia kembali menjalankan tugas sebagai salah satu bidadari Suralaya.
Suatu ketika, Bathara Indra membutuhkan bantuan para bidadari untuk menghadapi seorang kesatria yang sedang menjalani tapa. Arjuna telah bertapa di Goa Mintaraga di lereng Gunung Indrakila dengan gelar Bagawan Ciptaning. Pertapaannya begitu dalam hingga tidak mudah digoyahkan.
Tunjungbiru bersama keenam bidadari lainnya kemudian turun ke Marcapada untuk membangunkan Arjuna dari tapanya. Mereka datang dengan segala keindahan dan daya pesona yang dimiliki para bidadari kahyangan.
Namun pertapaan Arjuna terlalu kuat.
Bagawan Ciptaning tetap tenggelam dalam semedinya.
Tunjungbiru dan keenam bidadari lainnya akhirnya tidak berhasil menggoyahkan kekhusyukan sang pertapa. Mereka pun kembali ke Suralaya dan menyampaikan kegagalan tersebut kepada Bathara Indra. (turn0search9)
Jejak dari Argamaya ke Ayodya
Kisah Dewi Tunjungbiru menghubungkan dua dunia yang jauh berbeda. Ia lahir sebagai putri Sang Hyang Triyarta dan Dewi Suyati di Kahyangan Argamaya, tumbuh sebagai salah satu bidadari Suralaya, kemudian turun ke Arcapada dan menjadi permaisuri Prabu Arya.
Dari perkawinannya lahir Dasarata.
Dasarata kemudian menikah dengan Dewi Kusalya, dan dari mereka lahirlah Ramawijaya.
Dengan demikian, sebuah garis keturunan yang bermula dari keluarga para hyang akhirnya mencapai Ayodya dan melahirkan tokoh yang kelak menjalani perjalanan besar sebagai Rama. (turn0search2)
Tunjungbiru sendiri tetap menjadi bagian dari kehidupan para bidadari di Suralaya. Ia tidak mengejar takhta untuk dirinya sendiri. Ia menjalankan amanat, turun ke dunia manusia ketika diperlukan, membangun keluarga, lalu kembali menjalankan tugasnya di antara para dewa.
Namun jejaknya di bumi tidak pernah benar-benar hilang.
Di Ayodya, tumbuh seorang raja bernama Dasarata.
Dan dari Dasarata lahir Ramawijaya.
Warisan Dewi Tunjungbiru
Tunjungbiru adalah salah satu dari tujuh puluh tujuh putri Sang Hyang Triyarta dan Dewi Suyati, tetapi perjalanan hidupnya membuat namanya menonjol di antara saudari-saudarinya. Ia menjadi salah satu bidadari upacara Suralaya dan menjalankan tugas yang membawanya berulang kali turun ke dunia manusia.
Ia pernah menjadi putri Bathara Kandikota.
Ia pernah menjadi permaisuri Prabu Arya.
Ia pernah menjadi ibu Dasarata.
Dan ia pernah berdiri bersama enam bidadari lainnya di hadapan seorang pertapa yang tidak berhasil mereka bangunkan dari semedinya.
Namun di balik semua peran itu, ada satu hal yang membuat perjalanan Tunjungbiru begitu penting.
Ia menjadi jembatan antara kahyangan dan Ayodya.
Dari dirinya lahir Dasarata, dan dari Dasarata lahir Ramawijaya. Garis keturunan yang bermula dari Kahyangan Argamaya akhirnya mengalir jauh ke dunia manusia, menuju sebuah kerajaan yang kelak menjadi panggung bagi salah satu kisah terbesar dalam dunia pewayangan.
Dewi Tunjungbiru pun kembali kepada tempatnya di antara para bidadari.
Tetapi setiap kali nama Dasarata dan Ramawijaya disebut, jejaknya tetap ada di sana—jejak seorang bidadari dari Kahyangan Argamaya yang pernah turun ke bumi dan meninggalkan keturunan yang mengubah perjalanan zaman.
