Dewi Umaranti: Permaisuri Kedua Sang Hyang Manikmaya

  •  
Dewi Umaranti: Permaisuri Kedua Sang Hyang Manikmaya

Dewi Umaranti: Permaisuri Kedua Sang Hyang Manikmaya

Malam telah turun di Negeri Merut ketika Umaran melihat sesuatu yang aneh di kebunnya. Di antara rumpun pohon ranti, tampak sebuah cahaya melengkung jatuh dari langit. Cahayanya tidak seperti sinar bulan dan tidak pula seperti api. Ia berkilauan di antara dedaunan, seolah menyimpan kehidupan di dalamnya.

Umaran mendekati cahaya itu dengan hati-hati. Di antara tanaman ranti, ia menemukan sebuah buah yang memancarkan sinar gemerlap. Buah itu kemudian dibawanya pulang dan diletakkan di atas pelaminan. Tidak seorang pun mengetahui rahasia yang tersimpan di dalamnya.

Ketika fajar tiba, cahaya itu telah menghilang.

Namun di atas pelaminan kini duduk seorang gadis cantik.

Umaran tertegun. Wajah gadis itu memiliki kemiripan dengan putrinya, Dewi Uma. Karena itulah gadis tersebut kemudian diterima sebagai bagian dari keluarganya dan diberi nama Dewi Umaranti. Ia tumbuh sebagai adik Dewi Uma dan menjadi bagian dari keluarga Umaran di Merut.

Tidak ada yang mengetahui bahwa kemunculan Umaranti dari cahaya ranti hanyalah awal dari perjalanan yang jauh lebih besar.

Menghadap Sang Hyang Manikmaya

Kabar tentang kecantikan Dewi Umaranti akhirnya sampai kepada Suralaya. Pada masa itu, Sang Hyang Manikmaya telah menjadi penguasa kahyangan. Ia telah memiliki Dewi Uma sebagai permaisuri pertamanya, tetapi kehidupan di Suralaya masih menyimpan ruang bagi sebuah peristiwa yang akan membawa Umaranti ke hadapannya.

Umaran kemudian membawa Dewi Umaranti menghadap Sang Hyang Manikmaya.

Ketika Manikmaya melihatnya, ia menerima Umaranti dengan gembira. Wajahnya memang memiliki kemiripan dengan Dewi Uma, tetapi Umaranti memiliki kepribadian dan jalannya sendiri. Manikmaya kemudian memberinya nama Dewi Umarakti, sebuah nama yang melekat padanya setelah memasuki kehidupan Suralaya. Ia kemudian diangkat menjadi permaisuri kedua Sang Hyang Manikmaya.

Sejak hari itu, kehidupan Umaranti berubah sepenuhnya.

Dari seorang gadis yang muncul secara ajaib di kebun ranti, ia kini berdiri di tengah kahyangan sebagai permaisuri penguasa para dewa.

Permaisuri Kedua Suralaya

Umaranti tidak datang untuk menggantikan Dewi Uma. Kedudukannya justru menjadi pendamping kedua Sang Hyang Manikmaya. Ia menjalani kehidupan di Suralaya dengan sikap sederhana dan patuh, berbeda dari watak Dewi Uma yang lebih tegas dan keras dalam mempertahankan pendiriannya.

Di antara para penghuni kahyangan, Umaranti dikenal sebagai sosok yang bersahaja. Ia tidak banyak menuntut dan menjalankan kedudukannya dengan tenang. Bahkan dalam berbagai urusan, ia menjadi wakil Dewi Uma dalam kehidupan di Suralaya.

Hari-hari berlalu dalam ketenteraman hingga akhirnya Umaranti mengandung.

Bagi Sang Hyang Manikmaya, kelahiran itu menjadi awal dari cabang baru keluarganya.

Tiga Putra dari Umaranti

Dari perkawinan Dewi Umaranti dan Sang Hyang Manikmaya lahirlah tiga putra: Hyang Cakra, Hyang Mahadewa, dan Hyang Asmara. Ketiganya menambah panjang garis keturunan penguasa Suralaya.

Umaranti kini tidak hanya menjadi permaisuri. Ia telah menjadi seorang ibu.

Di Suralaya, ketiga putranya tumbuh di antara keluarga besar para dewa. Mereka berada dalam lingkungan yang sama dengan anak-anak Manikmaya dari Dewi Uma. Dengan demikian, keluarga penguasa kahyangan semakin besar, dan hubungan di antara berbagai keturunan para hyang semakin erat.

Umaranti menjalani hari-harinya sebagai seorang ibu dengan ketenangan yang menjadi ciri dirinya. Tidak seperti banyak tokoh yang namanya dikenang karena peperangan atau perebutan kekuasaan, Umaranti meninggalkan jejak melalui keluarganya dan kedudukannya di Suralaya.

Saudari Dewi Uma

Meskipun kini telah menjadi permaisuri kedua Manikmaya, hubungan Umaranti dengan Dewi Uma tetap menjadi bagian penting dalam kisah hidupnya.

Keduanya berasal dari keluarga yang sama. Dewi Uma telah lebih dahulu menjadi permaisuri Manikmaya, sedangkan Umaranti kemudian memasuki Suralaya sebagai permaisuri kedua. Mereka hidup di tempat yang sama dan menjadi bagian dari keluarga penguasa kahyangan.

Umaranti tidak berdiri sebagai pesaing kakaknya. Ia justru menjalankan perannya sebagai pendamping yang tenang. Kehadirannya melengkapi kehidupan Suralaya dan membuat keluarga Manikmaya semakin besar. Dalam berbagai urusan, Umaranti bahkan menjadi wakil Dewi Uma.

Di balik kemegahan Suralaya, dua perempuan dari Merut itu akhirnya kembali berada dalam satu tempat.

Yang satu menjadi permaisuri pertama.

Yang satu menjadi permaisuri kedua.

Keduanya kemudian menjadi ibu bagi generasi para dewa.

Warisan Dewi Umaranti

Kisah Dewi Umaranti bermula dari sesuatu yang sederhana sekaligus ajaib: sebuah cahaya yang jatuh di antara rumpun pohon ranti. Dari cahaya itu muncul seorang gadis yang kemudian diterima sebagai bagian dari keluarga Umaran.

Tidak seorang pun mungkin menyangka bahwa gadis tersebut kelak akan memasuki Suralaya dan berdiri di sisi Sang Hyang Manikmaya.

Namanya berubah menjadi Dewi Umarakti.

Kedudukannya berubah menjadi permaisuri.

Dan dari dirinya lahir tiga putra: Hyang Cakra, Hyang Mahadewa, dan Hyang Asmara.

Namun ada sesuatu yang tidak pernah berubah.

Dewi Umaranti tetap menjadi perempuan yang datang dari cahaya ranti, adik Dewi Uma, dan bagian dari keluarga besar para hyang.

Dari sebuah kebun di Merut menuju singgasana Suralaya, perjalanan Dewi Umaranti membuktikan bahwa dalam dunia para dewa, takdir terkadang tidak datang melalui peperangan ataupun ramalan.

Kadang-kadang, takdir datang sebagai seberkas cahaya yang jatuh di antara daun-daun ranti pada malam hari.

Last update
Add Comment

⚡ Trending!